Pages - Menu

Monday, 30 November 2015

Liburan Ke Singapura? Aing juga mau, Ruh! BURUH!

Sekian banyak penduduk Indonesia, sebagian besar bekerja sebagai buruh. Seenggaknya, itu yang gue liat di lapangan. banyak orang-orang yang akhirnya milih kerja sebagai buruh, entah karena emang kerjaan susah atau udah gak mau ribet sama yang lain-lain, secara seperti kita tahu buruh tiap bulan dapet gaji yang fix, beda kalo misalnya mereka milih sebagai wirausahawan (mungkin dagang) yang kemungkinan bakal naik turun pendapatannya.

Dan akhir-akhir ini rame banget berita tentang tuntutan para buruh. Dari banyak tuntutan sih, yang tergambar jelas ya gak jauh-jauh dari gaji, mereka nuntut kenaikan gaji. Buat gue, itu masih dalam batas wajar mengingat setiap tahun inflasi gak bisa dihindari kan? Mungkin sekarang makan satu porsi mie ayam bisa 10 ribu, tahun depan? Siapa tahu jadi 12 ribu. Kasarannya seperti itu (jangan dibaca kayak Syahrini oy!)..

Dan sebelum gue melangkah lebih jauh, di tulisan gue kali ini sebenernya gue mau menyoroti tentang berita yang sempat rame di beranda Facebook gue tentang gimana buruh nuntut tentang rekreasi. Yang anehnya, isinya itu lho. Gue coba copasin ya:
  1. Wisata ke Singapura dan Universal Studio (2 kali setahun).
  2. Cicilan Motor Kawasaki Ninja RR 2014.
  3. Cicilan iPhone 6.
  4. Cicilan KPR rumah (minimal tipe 72).
  5. Cicilan Notebook (minimal prosesor i7, RAM 4GB).
  6. Biaya nonton bioskop 21 atau Blitz Megaplex (minimal 1 kali seminggu), sekaligus biaya parkir di mal atau ongkos taksi.
  7. Biaya pendaftaran dan tutup poin bulanan MLM.
  8. Biaya ganti rugi judi togel dan sepakbola (terutama saat big match).
  9. Biaya tiket CD dan handshake bersama personel JKT48 (1 kali sebulan).
  10. Rekreasi dan pijat refleksi di Hotel Alexis (1 kali sebulan).
Gimana ceritanya tuh? Gatel dong gue pengen cari sumber beritanya, gak mungkin gue telen mentah-mentah apa yang gue bacar, apalagi di dewasa ini, "Hoax dibuat oleh orang kurang kerjaan, diterima oleh orang malas, dan disebarkan oleh orang bodoh."

Gak ada buruh Indonesia di sini, ini cuma nyomot dari wisatasingapura.web.id


Dan eng ing eng, ternyata situs yang nyebarin berita tersebut adalah situs posronda.net, yang mana situs ini memang dibuat sebagai situs pembuat satir, alias situs candaan, lelucon, buat lucu-lucuan aja. Persis sama dengan situs barat weeklyworldnews.com, sama theonion.com.
So, kabar tentang tuntutan buruh yang "gila" ini tidaklah benar. Jadi kalo ada yang nyebarin lagi, besok-besok dibaca, ditelusuri dulu dari mana sumbernya. If u know just a little bit, please don't talk too much, isn't it?

Dan gue rasa segini aja tulisan gue. Buat para buruh, ya gue berharap semoga mereka tuntut apa yang pantas mereka tuntut dari perusahaan, jangan hidup hedon, hidup dengan gengsi tanpa batas tiada akhir. Beli kendaraan bermotor yang cicilan perbulannya hampir segede gajinya. Dan akhirnya makin lama makin minta gaji yang angkanya bikin melek sampe pagi ngelebihin orang minum kopi 2 jamban. Ok, negara kita emang pendapatan per kapitanya kecil, itu fakta tapi kalo semua ditanggapi dengan rasa syukur, pasti semuanya cukup. Ya cukup. Terkadang cukup itu lebih baik daripada berlebih, dan jelas lebih baik daripada kekurangan.

Dan buat yang enek sama para buruh, karena mungkin baca tuntutan-tuntutan mereka, tolong lebih cermat dalam melihat berita ya. kadang ada berita yang gak relevan di lapangan. Kasihan juga buruhnya, yang salah mungkin sebagian kecil, tapi yang kena imbas semua buruh cuma karena sama-sama dibawah payungan "buruh." Jangan semua digeneralisir. Dan satu lagi, hal kecil yang mungkin harus gue kasih tau ke kalian, buruh biasanya, gue bilang biasanya ya, itu dinaungi sama serikat pekerja, itu yang bikin mereka kuat. KPSI, SPSI, KSPI, FSPSI, GSBI, dll. Itu kalo gue bikin daftar lengkapnya mungkin jari gue keriting. Haha

Dan satu hal yang masih gue tunggu dari perjuangan para buruh adalah tentang dihapuskannya sistem outsourcing yang nyiksa, asli nyiksa banget pekerja. Mungkin buat kalian yang kerjanya di kantoran dan dapet kerja tetap tanpa kontrak, bukan jadi soal, tapi kalo kalian kayak buruh yang kerja kontrak dan saat abis kontrak harus cari kerja lagi sementara umur kalian terus bertambah, gimana? Gak bisa bayangin? Yaudah, bayangin aja diri kalian kawin kontrak gaes. Haha